Tampilkan postingan dengan label Politik. Tampilkan semua postingan

  Siapa sih yang tidak tau dengan aceh, saya rasa kita semua tau tentang aceh, apalagi setelah terjadi peristiwa tsunami pada tahun 2004 yan...

 

Siapa sih yang tidak tau dengan aceh, saya rasa kita semua tau tentang aceh, apalagi setelah terjadi peristiwa tsunami pada tahun 2004 yang membuat nama kota tersebut semakin dikenal oleh masyarakat, tetapi bencana alam tersebut bukanlah satu-satunya hal yang membuat aceh dikenal oleh masyarakat luas, Gerakan aceh merdeka yang sempat muncul pada beberapa tahun yang lalu telah membuat aceh menjadi fokus utama dari perbincangan masyarakat Indonesia, bahkan masyarakat Internasional pada saat itu.


GAM (Gerakan Aceh Merdeka) yang kita tau mungkin sebuah Gerakan radikal yang anti NKRI, yang harus diberantas oleh pemerintah Indonesia, mungkin kita hanya tau sampai situ saja, nah maka dari itu saya ingin merekomendasikan sebuah Jurnal yang sangat menarik, jurnal yang dapat memberi kita informasi yang mendalam mengenai GAM dan berbagai konflik yang ada di aceh, yaitu sebuah jurnal berjudul ‘Resolusi Konflik Pencegahan Disintegrasi Bangsa Melalui Legalitas Hukum Syariat di Aceh


Jurnal ini sangat menarik untuk dibaca, karena jurnal ini akan memberikan kita sudut pandang yang baru mengenai berbagai konflik yang terjadi di Aceh. Informasi yang diberikan pada jurnal ini sungguh mendalam dan menarik. Dan juga diiringi dengan pemilihan kalimat yang cukup baik. saya yakin jurnal ini dapat merubah sudut pandang anda mengenai aceh sebelumnya, mengenai masyarakatnya, dan lain sebagainya.


Jurnal ini juga akan memberi tahu kita kenapa aceh bisa memiliki otonomi khusus, kenapa aceh bisa menerapkan hukum Syariah islam di negara Indonesia yang sebenarnya bukan negara islam, hal-hal seperti itulah yang harus kita ketahui Bersama sebagai masyarakat Indonesia. Salah satu hal yang menarik untuk dibaca juga dalam jurnal ini adalah, jurnal ini memberikan kita informasi yang sangat penting, yaitu bagaimana pemerintah dalam menyelesaikan konflik disintregasi yang terjadi di aceh, mulai dari menggunakan cara yang keras, hingga cara yang paling lembut sekalipun. Maka dari itu, jurnal sangat saya rekomendasikan untuk kalian baca, agar kita dapat melihat segala permasalahan dalam berbagai sudut pandang yang berbeda


Dan berikut merupakan data identitas dari artikel tersebut, dan anda bisa mengklik link berikut, untuk membaca artikel tersebut Klik disini

 

  • Judul : Resolusi Konflik Pencegahan Disintegrasi Bangsa Melalui Legalitas Hukum Syariat di Aceh
  • Penulis: Muhammad Sholeh, Nur Rohim Yunus, Ida Susilowati
  • Nama Jurnal: Jurnal Sosial dan Budaya Syar-i
  • Volume 3 No. 2 (2016)
  • ISSN: 2356-1459
  • DOI: 10.15408/sjsbs.v3i3.7862
  • Sinta Score: S4
  • URL: http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/salam/article/view/7862/pdf

 

  21 mei 1998 merupakan tanggal yang bersejarah bagi perjalanan bangsa Indonesia, setelah lebih dari 32 tahun berkuasa, presiden soeharto ya...

 

21 mei 1998 merupakan tanggal yang bersejarah bagi perjalanan bangsa Indonesia, setelah lebih dari 32 tahun berkuasa, presiden soeharto yang tidak di inginkan lagi menjadi presiden oleh Sebagian besar bangsa Indonesia akhirnya mengundurkan diri.

Tidak hanya satu, bahkan puluhan nyawa mungkin saja telah direnggut begitu saja oleh para loyalis presiden soeharto, perjuangan untuk mendapatkan suatu kebebasan pada saat itu bukan merupakan perjuangan yang mudah, para mahasiswa yang didukung oleh sebagian besar rakyat telah merasa bosan dan merasa di khianati oleh pemerintahan saat itu, yang mereka inginkan hanya satu, yaitu perubahan.

Kita mungkin pernah mendengar sebuah anggapan bahwa presiden soeharto merupakan bapak pembangunan Indonesia, anggapan tersebut merupakan hal yang tidak salah karena pada masa pemerintahan soeharto, sebagian besar masyarakat, khususnya masyarakat yang tinggal di pulau jawa hidupunya cukup sejahtera, tetapi berbanding terbalik dengan saudara-saudara kita yang ada luar jawa, yang menyebabkan bahwa pemerintahan Indonesia pada saat itu terlalu jawa sentris. Soeharto yang telah memimpin Indonesia berpuluh puluh tahun akhirnya menghadapi sebuah bencana yang mengguncang ekonomi Indonesia pada tahun 1997.

Petaka tersebut muncul, ketika krisisis finansial yang menerpa Indonesia, melemahnya nilai rupiah terhadap dollar AS telah membuat inflasi yang sangat tinggi terjadi pada saat itu, harga harga bahan kebutuhan pokok telah meningkat dengan tajam, dan secara singkat telah membuat kekacauan besar hampir diseluruh Indonesia. Krisis moneter bagaikan sebuah momentum yang pas bagi Sebagian besar rakyat Indonesia untuk melengserkan kepemimpinan Soeharto yang sudah berpuluh-puluh tahun memimpin Indonesia dengan tangan besinya, dibungkamnya hak hak untuk bersuara, Korupsi dan nepotisme yang merajalela, serta pelanggaran hak hak asasi manusia yang dilakukan semasa pemerintahannya.

Bagaikan sebuah bom waktu yang terus berjalan hingga akhirnya meledak ketika waktunya habis, dan bom tersebut benar benar melengserkan kepemimpinan soeharto yang sudah sangat lama berkuasa, ratusan ribu rakyat Indonesia turun ke jalan, ribuan masyarakat Indonesia tumpah ruah membanjiri pusat pemerintahan Indonesia, dengan hanya satu keinginan, yaitu perubahan, kekacauan yang terjadi dimana mana, dan dukungan politik yang melemah terhadap soeharto, telah membuat soeharto tidak bisa mempertahankan lagi kekuasaanya, yang dimana secara resmi pada tanggal 21 mei 1998 presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya, yang disambut dengan kebahagian oleh para pejuang pejuang demokrasi yang telah turun memperjuangkan keadilan dan kesejahteraan.

 

 


Diberdayakan oleh Blogger.

Statistik